THINK GLOBALLY ACT LOCALLY
+62 21 2923 6777

Rizal Ramli Akui Presiden Jokowi "All Out" Bangun Infrastruktur

Rizal Ramli

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengakui pembangunan infrastruktur pada masa pemerintahan Joko Widodo mendapatkan perhatian maksimal bila dibandingkan pemerintahan sebelumnya.

"Memang dia all out terhadap infrastruktur. Kita harus (beri) kredit kepada pemerintah," kata Rizal dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Menurut dia, maksimalnya perhatian Presiden lantaran banyak infrastruktur yang semestinya telah beroperasi sejak beberapa tahun lalu, namun tak kunjung dibangun. Terutama, infrastruktur di luar Pulau Jawa.

"Karena pembangunan infrastruktur kebanyakan di Jawa, di daerah-daerah nyaris sedikit, sehingga perbedaan Jawa dan luar Jawa itu jauh sekali. Apalagi di Indonesia timur," sebut Rizal.

Jembatan Klodran di Tol Solo-KertosonoJembatan Klodran di Tol Solo-Kertosono(RODERICK ADRIAN MOZES/Kompas.com)

Tak heran pula bila dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus menambah anggaran percepatan pembangunan infrastruktur. Di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, misalnya, anggaran yang dialokasikan naik dari Rp 103,1 triliun pada 2017 menjadi Rp 106,3 triliun untuk tahun ini.

Rizal tak menampik manfaat pembangunan infrastruktur di kawasan Indonesia timur bisa langsung dirasakan masyarakat dalam waktu singkat.

Beberapa wilayah membutuhkan jangka waktu menengah bahkan panjang, untuk merasakan langsung dampak dari pembangunan tersebut.

"Tapi itu pilihan, dan pilihan itu diperlukan untuk mengurangi kesenjangan di Indonesia," kata dia.

Tol Trans-Sumatera di Lampung.Tol Trans-Sumatera di Lampung.(Dokumentasi Hutama Karya)

Berbeda dengan Rizal, Ketua Komisi V DPR dari Partai Gerindra Fary Menurut Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis justru menganggap pembangunan infrastruktur hanya menjadi ajang pencitraan bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghadapi kontestasi politik pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Kita lihat semua target-target berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, itu ujungnya kalau tidak harus diselesaikan 2018, 2019," kata Fary.

Pencitraan tersebut, lanjut Fary, terlihat dari banyaknya pemberitaan tentang pembangunan infrastruktur yang muncul di media massa, baik cetak maupun elektronik. Padahal, bila dilihat dari anggaran yang dialokasikan, sebenarnya tidak terlalu besar.

Gerbang Tol Madiun di Tol Ngawi-KertosonoGerbang Tol Madiun di Tol Ngawi-Kertosono (Kementerian PUPR)

Ia menjelaskan, pada 2015 lalu, anggaran pembangunan yang diusulkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp 114,8 triliun, sementara yang disetujui Rp 110,8 triliun.

Kemudian pada 2016, anggaran yang disetujui senilai Rp 98,1 triliun dari usulan Rp 169,4 triliun.

Sementara pada 2017 anggaran yang diberikan di bawah 50 persen dari usulan Rp 209 triliun, yakni hanya Rp 103,1 triliun yang disetujui.

Terakhir pada tahun ini, dari kebutuhan Rp 221,3 triliun, anggaran yang disetujui untuk Kementerian PUPR hanya Rp 106,2 triliun.

Penulis : Dani Prabowo
Editor : Hilda B Alexander

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rizal Ramli Akui Presiden Jokowi "All Out" Bangun Infrastruktur" https://properti.kompas.com/read/2018/05/11/203000921/rizal-ramli-akui-presiden-jokowi-all-out-bangun-infrastruktur-#. 

Property Search

ID Listing

Blog Update

Pajak Rumah Mewah Bakal Dihapus, Ini Alasannya


Jakarta - Pemerintah lewat Kementerian Keuangan tengah melakukan kajian tentang penghapusan beberapa komponen pajak pada setiap ... Continue »

DBS Asian Insights: Asia Pusat Megacity di 2020


Asia akan menjadi kawasan tempat tumbuhnya kota-kota besar dengan populasi di atas 10 juta orang atau megacity pada 2030. Tidak ... Continue »

PP Urban tawarkan apartemen harga rusun di IPEX 2018


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP Urban semakin mantap dalam mengembangkan bisnis properti. Untuk pertama kalinya, anak usaha PTPP ini akan ... Continue »